SAWANGAN – Sampai dengan hari Jumat 0I/05/2020 sebanyak delapan pemudik yang tiba di Desa Gantang Kecamatan Sawangan masih terus menjalani proses karantina mandiri. Kedelapan peudk tersebut menjalani masa karantina di Bilik Karantina yang sudah disediakan oleh Pemerintah Desa Gantang.

Sore ini, LintasMagelang.com berkesempatan untuk melihat suasana saat berbuka puasa di tempat karantina tersebut. Di setiap bilik karantina sudah tersedia meja dan kursi sebagai tempat mereka yang dikarantina melaksanakan buka puasa. Jaraknya pun diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu berdekatan. Menurut Kardinal selaku Kepala Desa Gantang, hal ini dilakukan demi menjaga warga yang tengah melakukan karantina mandiri tersebut, juga demi menjaga kesehatan masyarakat di wilayah Desa Gantang.

“ Semua total sekarang terdapat 8 orang yang sedang melakukan karantina pribadi di gedung olahraga Pendowo Limo Desa Gantang ini. Kami sengaja meletakkan meja dan kursi agak berjauhan untuk menjaga fisikal distancing antar penghuni bilik karantina. “ Kata Kardinal.

sabar lur..

Sekitar pukul I7.3I wib terdengar suara Adzan di wilayah Desa Gantang. Itu Artinya waktu berbuka puasa telah tiba. Penghuni bilik karantina secara mandiri bersiap-siap untuk melakukan kegiatan buka puasa. Walaupun dengan jarak yang diatur sedemikian rupa namun keceriaan, sendau gurau antar penghuni tetap terjaga dengan baik.

“ Mereka kemarin itu berasal dari Kalimantan, Bogor,Yogyakarta dan Surabaya. Ketik mereka kembali di Desa Gantang, langsung kami arahkan ke bilik ini. Jenengan bisa melhat, beginilah suasana mereka saat berbuka puasa. Penuh keakraban walaupun jarak tidak boleh saling berdekatan. “ Jelasnya.

Menurut Kepala Desa gantang, selama proses karantina semua berjalan dengan lancar, sendangkan warga yang menjalani masa karantina juga semuanya dalam keadaan sehat.

“ yang sudah lolos karantina selama I4 hari ada satu orang mas, tadinya sembilan namun sudah pulang satu orang jadi sekarang tinggal delapan. “ Katanya.

Untuk kebutuhan warga yang sedang menjalani masa karantina ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Desa Gantang.

“ Kami alhamdulillah dapat memenuhi kebutuhan mereka selama mejalani masa karantina. Seperti peralatan mandi, makan, minum dan logistik lainnya.” Jelas Kardinal.

Kardinal juga mengatakan jika sumber anggaran untuk kebutuhan logistik diambilkan dari Dana Desa. Sementara unuk kegiatan di Bulan Ramadhan selama pandemi Covid-I9 di Desa Gantang banyak dikurangi.

“ Beberapa kegiatan di Bulan Ramadhan kali ini banyak yang kami kurangi. Bahkan ada beberapa kegiatan yang sengaja kami tiadakan. Seperti pengajian-pengajian, kultum, dan kegiatan yang sifatnya nanti dapat mengumpulkan orang semua kami kurangi.” Katanya.

Menurutnya kegiatan Tarawih Keliling yang biasanya dilakukan Pemerintah Desa Gantang melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat, dalam suasana Pandemi covid-I9 ini terpaksa ditiadakan.(Dw)

(Foto : Suasana Buka Puasa di bilik karantina Desa Gantang Sawangan)

4 thoughts on “8 Pemudik Masih Dikarantina, Begini Suasana Berbuka Puasa Di Tempat Karantina Desa Gantang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *