Aspek Ilmiah “Jamasan”, Mengenal Tosan Aji Cara Milenial

MUNTILAN,lintasmagelang.com – Perkembangan kemajuan jaman yang terus melesat menjadikan timbulnya pemikiran dan pemahaman baru dalam tatanan kehidupan. Kehidupan di era milenial saat ini, mengajarkan tentang cara hidup dengan pola dan pemikiran yang baru.

Tentunya dalam hal pemahaman budaya dan kearifan lokal juga sangat perlu strategi dan pemikiran baru untuk mengenalkannya. Salah satu yang sedang di dicoba oleh Awaludin Setya Aji dalam mengenalkan budaya kepada kaum milenial adalah dengan mengenalkan proses “Jamasan” dari aspek ilmiah.

” Sudah saatnya kita coba mengenal istilah jamasan tersebut dari aspek ilmiah. Mau tidak mau harus kita akui, orang dulu termasuk Mbah kita sendiri sudah melakukan rangkaian persiapan untuk prosesi jamasan. Hal ini kalau mau kita telusur dengan aspek ilmiah tentu akan sangat banyak ilmu yang kita dapat. Termasuk jamasan tosan aji. ” Kata Aji, Panggilan akrab Awaludin Setya Aji saat ditemui di rumahnya, Joglo Jeep Gunungpring Kecamatan Muntilan, Kamis 20/08

sabar lur..
Aji ketika menunjukkan koleksi kerisnya, Foto : Dharma

Menurutnya, jamasan tosan aji dari sisi ilmiah dapat diartikan sebagai kegiatan untuk membersihkan karat yang melekat pada sebuah keris, termasuk warangka dan bagian-bagian keris yang lain. Dalam Jamasan tersebut mengandung nilai merawat dan membuka. Bahkan ketika jamasan dilakukan bersama keluarga, membuka tosan aji bersama-sama tentu nilai kebersamaan dan kekeluargaan ada disana.

” Kenapa sebelum jamasan ini perlu dilihat aspek ilmiahnya, ya karena kalau dihubungkan dengan klenik ataupun sesuatu yang kurang masuk akal, pada kurang tertarik. Seperti contoh kenapa sebelum jamasan harus ada sesaji beras ketan dan gula Jawa, itu dari segi  ilmiahnya adalah ketika nanti kita terluka dalam proses penjamasan tosan aji yang tentunya bilahnya mengandung arsenik, gula Jawa dan ketan ini dapat dikunyah bersamaan kemudian di tempelkan pada yang terluka. Dan ternyata antara gula Jawa dan beras ketan ini mengandung zat yang digunakan untuk mempercepat pembekuan luka. ” Lanjutnya.

Bahkan ketika seseorang tersebut keracunan karena menghirup arsenik yang terkandung dalam bilah keris ketika diwarangi, hal itu dapat dinetralisir dengan air kelapa muda. Dan setelah itu biasanya orang yang menghirup arsenik akan tidak berdaya atau tidak mempunyai tenaga. Disinilah fungsi dari telur dan pisang disediakan, yaitu untuk memulihkan tenaga.

” Jadi kalau ditinjau secara ilmiahnya jelas ada. Kenapa sebelum jamasah harus ada sesaji beras ketan, gula Jawa, kelapa muda, telor ayam kampung dan pisang. Kita bisa bayangkan, simbah-simbah kita daya pikirnya sudah sampai disitu. Ini kan luar biasa.” Jelasnya

Dalam jamasan menurutnya juga terdapat pelajaran reaksi kimia antara benda padat cair dan gas. Termasuk perbandingan unsur meteorit dan intan.

“Selain itu jamasan secara ilmiah mengajarkan kita tentang kerapian, tata urutan dan keselamatan. Ini penting diketahui. Jadi jamasan benda pusaka itu harus dilakukan dengan urutan yang benar. Itu bukan berarti karena tosan aji ini wingit atau ada apanya, namun lebih kepada aspek keamanan.” Ungkapnya.

Aji yang memiliki koleksi sekitar 301 buah tosan aji mengatakan dalam kurang lebih satu Minggu ini dimulai pada hari Kamis 13/08 sudah dilakukan prosesi jamasan tosan aji ditempatnya bersama pemerhati tosan aji seperti Dedi Suprabowo. Bahkan banyak hal yang telah didiskusikannya mengenai aspek ilmiah jamasan. Dirinya berharap memahami tosan aji bukanlah sesuatu yang klenik ataupun harus disembah-sembah. Melainkan tosan aji tersebut adalah benda warisan budaya yang harus dijaga. Ketika masyarakat sudah mulai terbuka untuk dapat memahami jamasan dan tosan aji secara aspek ilmiah, semoga semakin banyak yang akan mencintai benda warisan budaya.

” Yang pasti semua yang berhubungan dengan jamasan tentunya ada aspek ilmiahnya. Kalau dijabarkan akan sangat memakan waktu lama. Karena banyak sekali pelajaran yang dapat diambil. Terlepas dari urusan klenik, itu sudah ranah yang berbeda. ” Terangnya.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *