MAGELANG, lintasmagelang.com – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso menginginkan sebuah kebersamaan yang nyata dalam mengembangkan dunia pariwisata di Kabupaten Magelang. Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan materi dalam acara Pelatihan SDM Kreatif Dan Unggul Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf / Baparekraf RI di Atria Hotel Magelang, 13 sampai 14 Oktober 2020.

Menurutnya dengan adanya jejaring yang semakin luas di Kabupaten Magelang ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Terutama di dunia media sosial, menurutnya yang akan sering muncul adalah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang dapat bekerja secara bersama-sama.

” Kita gak bisa tumbuh sendiri. Untuk itu dengan jejaring yang semakin luas di Kabupaten Magelang ini dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Kalau kita sendiri-sendiri ya gak ramai. Padahal di medsos itu yang muncul ya yang ramai.” Kata Iwan

sabar lur..
Iwan Sutiarso saat memberikan materi kepada peserta pelatihan di Atria Hotel Magelang, Foto : Dharma

Dirinya mengharapkan tercipta sebuah sinergi yang positif antar sesama pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Magelang. Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang menurutnya memberikan keberuntungan karena sebagai destinasi super prioritas. Jika hal tersebut dapat dimanfaatkan, menurutnya produk-produk pariwisata yang ada disekitarnya akan mudah untuk dikenal dan diketahui.

” Jejaring yang kita miliki ini yang harus kita munculkan. Semua harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Termasuk pelatihan digital marketing dan smartphonografi kali ini. Karena Pandemi ini sudah merubah semuanya. Mungkin kemarin banyak yang main di offline, tapi sekarang kebanyakan mereka ambilnya ke online. Untuk itu digital marketing dan smartphonografi menjadi sangat penting.” Tambahnya.

Dijelaskannya, kunjungan wisatawan di Kabupaten Magelang pada tahun 2017, 2018 berada pada angka sekitar 5 juta wisatawan. Sementara di tahun 2019 sudah terdapat sekitar 6 juta lebih wisatawan. Namun saat ini sampai dengan September 2020 kunjungan wisatawan baru berada pada angka 900 ribu.

” Artinya dari data tersebut, terjadi penurunan yang drastis. Memang untuk kontribusi terbesarnya masih di Candi Borobudur. Nah untuk itu kita harus mencari pasar yang lain.” Ungkapnya.

Pelatihan Digital Marketing dan Smartphonografi yang dilakukan oleh Kemenparekraf / Baparekraf RI kali ini menurutnya dapat menjawab tantangan tersebut. Terutama untuk kaum milenial.

” Yang harus diingat bahwa, nantinya yang keluar sebagai pemenang dalam situasi seperti ini adalah mereka yang mampu beradaptasi. Untuk itu kami berharap semua peserta dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki. Tetap berusaha untuk menggali potensi masing-masing. Dan kunci utamanya adalah bareng-bareng.” Katanya.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *