SALAMAN, lintasmagelang.com – Running text yang terpasang tepat di depan gerbang SMK Muhammadiyah Salaman yang berada di Jalan Magelang – Purworejo Salaman diduga diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Sehingga dalam beberapa saat running text tersebut mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah Salaman, Kabupaten Magelang Fahriza, Rabu, (14/10) malam.

” Saya menyesalkan ulah oknum yang sangat tidak bertanggungjawab. Ini merupakan tindakan yang tidak terpuji dengan memakai fasilitas running text sekolah, untuk melontarkan kalimat yang tidak pantas untuk anggota DPR.” Kata Fahriza

Ilustrasi Gedung SMK Muhammadiyah Salaman Tampak Depan, Foto : Internet

Menurutnya hal tersebut dinilai merugikan nama baik sekolah bahkan menciderai organisasi Muhammadiyah. Disampaikannya jika tulisan pada running text tersebut seharusnya berbunyi ” Selamat Datang di SMK Muhammadiyah Salaman. Kompetensi Keahlian : Multimedia, Akuntansi Keuangan dan Lembaga, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, dan Tata Boga.”

sabar lur..

“Running text kami dibajak,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang Jumari menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melaporkan kepada pihak kepolisian.

” Hal ini harus diusut dengan tuntas. Saya berharap siapapun pelakunya mudah-mudahan segera dapat ditangkap beserta apa motifasinya.” Kata Jumari.

Dirinya mengatakan, bagi siapapun yang melakukan hal tersebut agar dapat mempertanggungjawabkannya secara hukum, supaya tidak merusak nama baik dari sekolah tersebut.

” Untuk itu saya himbau kepada seluruh sekolah dan amal usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mengamankan alat-alat elektronik yang dipakai. Terutama perangkat jaringan dan internet. Situasi seperti ini rawan terjadi peretasan.” Lanjutnya.

Dirinya menginginkan untuk semua pihak agar lebih waspada sehingga peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Dirinya juga tidak yakin jika hal tersebut dilakukan oleh warga Muhammadiyah.

“Tidak mungkin itu dilakukan warga Muhammadiyah. Cara seperti itu, bukan karakter Muhammadiyah. Muhammadiyah kalau memberikan kritik dan saran bersifat konstruktif dan beradap,” tegasnya. (Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *