Libatkan Tokoh Agama Dan Ormas, Deklarasi Damai Tolak Anarkisme Digelar Di Kabupaten Magelang

MAGELANG, lintasmagelang.com – Kapolres Magelang, Dandim 07/05 Magelang dan jajaran petinggi Polres Magelang bersama dengan tokoh agama dan ormas di Kabupaten Magelang menggelar Deklarasi Cinta Damai menolak Demo Anarkis di Rumah Makan Progosari, Senin (19/10/20) siang.

 

Deklarasi tersebut dalam rangka menyikapi perkembangan situasi Demo Anarkis menolak pengesahan RUU Cipta Kerja di beberapa wilayah terutama di Kabupaten Magelang.

sabar lur..

 

Tampak hadir mengikuti deklarasi tersebut Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba, Dandim 07/05 Magelang Letkol Czi Anto Indriyanto, Ketua MUI Kabupaten Magelang KH. Afifudin, pimpinan Ponpes Roudlatut Thullab Tempuran KH. Ahmad Said Asrori dan beberapa ormas serta LSM yang merasa peduli dengan situasi di Kabupaten Magelang saat ini.

 

” Sangat disayangkan, banyak kegiatan-kegiatan unjuk rasa yang ujung-ujungnya mengganggu hak dan kepentingan orang lain. Melempar dan merusak barang bahkan mengganggu perekonomian.” Kata AKBP Ronald A Purba dalam sambutannya.

Deklarasi damai yang digelar di Magelang, Foto : Dharma

 

Ronald menegaskan jika pihaknya akan melindungi setiap warga yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Karena hal tersebut merupakan hak setiap warga negara dan hal tersebut menurutnya juga dilindungi oleh undang-undang.

 

” Silakan hal itu dilakukan, saya secara pribadi maupun kedinasan tidak akan melarang. Tapi satu hal, kegiatan tadi tidak mengganggu orang lain, tidak merusak fasilitas umum dan pemerintahan yang nantinya juga merusak ekonomi.” Lanjutnya.

 

Bahkan dirinya selama menjabat sebagai Kapolres Magelang, akan sepenuhnya memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Magelang, termasuk dalam hal keamanan dan kenyamanan.

 

” Saya bisa di posisi sekarang, tidak lepas dari peran serta Magelang. Saya sekolah diagelang, jadi ada rasa hutang Budi saya kepada Magelang.” Jelasnya.

 

Kapolres mengharapkan, Ormas yang ada di Kabupaten Magelang tidak berhenti untuk melakukan kontrol terhadap pemerintah. Namun disamping itu juga harus dapat menjaga kondusifitas di Kabupaten Magelang.

 

Disaat yang sama KH. Ahmad Said Asrori menyampaikan aksi unjuk rasa dalam rangka menyampaikan pendapat di muka umum bisa dilakukan oleh siapapun. Namun pengrusakan, kekerasan dan aksi anarkisme yang tidak diperbolehkan dan dibenarkan dari sisi agama.

 

” Mau unjuk rasa silakan. Namun yang tidak diperbolehkan oleh agama adalah melakukan kekerasan, pengrusakan yang menciderai demokrasi itu sendiri. Jangan sekali- kali melakukan pengrusakan di muka bumi ini , Alloh sangat marah kepada siapapun yg melakukan pengrusakan.” Katanya.

 

Dirinya sangat mengapresiasi dan mendukung aca Deklarasi Cinta Damai tersebut. Menurutnya demokrasi adalah memperbaiki sebuah keadaaan. Bukan justru melakukan pengrusakan. Harapannya dalam menyampaikan aspirasi dilakukan dengan cara yang beradap dan beraklhak serta memegang norma yg berlaku.

 

Dengan adanya deklarasi ini diharapkan penyampaian pendapat dimuka umum di Kab. Magelang dapat berjalan sesuai ketentuan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat Dimuka Umum dan memperhatikan norma- norma kearifan lokal.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *