LPPM ISI Yogyakarta Berikan Program Penyuluhan Batik Di Desa Ngluwar

NGLUWAR,lintasmagelang.com – Program Penyuluhan Seni dalam rangka Tri Dharma perguruan tinggi digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI Yogyakarta di Desa Ngluwar Kecamatan Ngluwar.

Kali ini kegiatan penyuluhan pembuatan kerajinan batik dilakukan kepada Ibu-ibu PKK Desa Ngluwar yang dilakukan selama 12 kali pertemuan. Hal itu disampaikan oleh Tri Mulyono selaku Kasub Program, Data Dan Informasi LPPM ISI Yogyakarta, Kamis(13/08) siang.

Menurutnya program penyuluhan seni tersebut dilaksanakan setiap tahunnya yang merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi.

sabar lur..

” Dalam Tri Dharma perguruan tinggi itu setiap dosen wajib untuk melakukan penelitian atau riset dan pengabdian kepada masyarakat. Dan kebetulan Penyuluhan Seni ini merupakan salah satu program unggulan dari LPPM ISI Yogyakarta.” Kata Tri Mulyono

PKK Desa Ngluwar belajar membatik, Foto : Dharma

Menurutnya dalam kegiatan tersebut seorang dosen diterjunkan di tengah masyarakat tentunya untuk memberikan penyuluhan seni yang berkembang di lingkungan masyarakat tersebut. Seperti seni pertunjukan, seni lukis, seni kriya dan sebagainya.

” Kebetulan Ibu-ibu PKK Desa Ngluwar ini ingin mengembangkan potensi kerajinan batik. Untuk itu dosen kami Bu Djanjang Purwosejati kami terjunkan disini.” Lanjutnya.

Dikatakan oleh Tri Mulyono, selama 12 kali pertemuan Ibu-ibu PKK Desa Ngluwar tersebut akan dibimbing oleh Dosen tentang bagaimana cara menghasilkan sebuah batik yang baik dan layak jual. Karena hal tersebut juga nantinya akan berkesinambungan dengan program LPM ISI Yogyakarta selanjutnya.

” Dosen kami akan membimbing bagaimana nantinya menghasilkan batik yang baik dan layak jual. Karena itu berkesinambungan dengan program kami kedepan yaitu P3 Wilsen dan UMKM Seni.” Tambahnya.

Menurutnya Program Penyuluhan seni tersebut sudah dimulai sejak bulan Februari 2020. Namun karena adanya Pandemi Covid-19 ini sempat terhenti dan awal Agustus ini baru bisa dilakukan lagi.

” Februari kemarin sudah dimulai, namun karena Pandemi jadinya baru bisa kami lanjutkan awal Agustus ini.” Terangnya.

Dirinya mengharapkan nantinya masyarakat melalui Ibu-ibu PKK tersebut setelah mendapatkan penyuluhan langsung dari Dosen yang berkompeten, dapat mengembangkan secara lebih baik lagi dan juga menularkan kepada masyarakat yang lain.

” Sehingga nanti mereka ini dapat mengembangkan ke masyarakat yang lain. Dan untuk peluang berwirausaha sendiri. Apalagi ditengah Pandemi seperti ini.” Harap Tri Mulyono. (Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *