Manfaatkan Barang Bekas, Pemuda Kendal Rambeanak Buat Layang-Layang Naga Raksasa

MUNGKID – Sebuah karya yang baik akan selalu tercipta dari tangan-tangan kreatif. Selama masa Pandemi Covid-19, pemuda Dusun Kendal Desa Rambeanak Kecamatan Mungkid tidak mau tinggal diam. Mereka mengolah bahan-bahan bekas yang ada di sekitar mereka untuk dijadikan sebuah layang-layang naga dengan ukuran yang sangat besar.

Nur Aziz (21) salah satu pemuda Dusun Kendal saat diwawancara pada hari Rabu 22/07 mengatakan jika niatnya untuk membuat layang-layang naga timbul dari rasa penasaran. Terlebih lagi menurutnya saat ini sudah masuk pada musim kemarau, pastinya akan lebih menyenangkan jika kegiatan diisi dengan bermain layang-layang.

” Awalnya penasaran dan coba-coba saja. Biasanya layang-layang naga model seperti ini kan baru bisa naik ketika ada angin besar atau di pantai, ini kita coba buat dan kita naikkan di dusun dengan angin yang minim. Eh ternyata mau naik juga.” Kata Nur Aziz

sabar lur..

Dirinya juga menceritakan jika beberapa layang-layang sudah terbuat, seperti layang-layang berbentuk Kapal, Naga, Sepeda, Hantu Wewe dan Kubus.

Untuk waktu pembuatan layang-layang dirinya tidak dapat merinci berapa lama karena pembuatannya hanya dilakukan ketika ada waktu luang saja.

” Waktunya gak mesti mas, karena pembuatannya juga hanya pas luang saja. Misalnya habis isya, namun kalau sudah ngantuk ya berhenti. Jadi tidak menentu.” Tambahnya.

Untuk biaya juga belum dapat dirinci secara pasti karena untuk pembuatan layang-layang, pemuda Dusun Kendal memanfaatkan barang-barang bekas.

” Untuk bahannya kami gunakan barang-barang bekas. Seperti bambu sudah ada bekas Reng atau usuk, kemudian untuk kepala naga kami gunakan sak semen,untuk aksesoris kepala kami gunakan spon ati bekas matras.” Jelasnya.

Pembuatan layang-layang sendiri menurutnya untuk sekedar hiburan di sore hari. Setelah kebanyakan pemuda pada pagi hari sampai siang sudah lelah bekerja.

” Untuk hiburan saja, terutama sore hari. Dan kembali juga mengingatkan kepada adik-kita asyiknya permainan tradisional layang-layang. Mengalihkan sedikit perhatian mereka dari gadged.” Ungkap Aziz

Ketika disinggung untuk branding Dusun Kendal sebagai Dusun Layang-layang, dirinya belum berfikir sampai ke hal tersebut, walaupun dari sisi pariwisata sangat memungkinkan peluang ekonomi datang dari sana.

” Dari segi peluang, pasti ada, namun kami belum berfikir ke arah situ. Tapi ini merupakan ide yang baik. Akan coba kami diskusikan.” Lanjutnya.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *