Pandemi Covid-19, Membuat Sujono Menggandeng Pemuda Berkreasi Membuat Kostum Monster

SAWANGAN – Lagi – lagi ada cerita muncul tentang kreativitas yang tumbuh di tengah masa Pandemi Covid-19. Baru-baru ini seniman asal Dusun Keron Desa Krogowanan Kecamatan Sawangan, Sujono menghabiskan waktu dirumah dengan membuat berbagai macam kostum. Salah satu yang menjadi karyanya adalah kostum berwujud monster.

Salah satu alasan timbulnya ide pembuatan kostum tersebut menurut Sujono adalah untuk mengisi kekosongan waktu selama Pandemi. Dirinya mengajak pemuda di tempat tinggalnya untuk mencari kegiatan positif ditengah keterbatasan ruang gerak.

” Kita kan dihimbau untuk tetap dirumah, pasti jenuh. Akhirnya saya kumpulkan pemuda sekitar rumah, saya ajak untuk membuat kostum ini. Ya walaupun secara ekonomi tidak begitu menjanjikan namun ini bisa menghilangkan kejenuhan, dan menghindarkan mereka dari kegiatan-kegiatan yang kurang baik.” Kata Sujono.

sabar lur..

Dirinya mengatakan jika pada awalnya pembuatan kostum tersebut menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat terutama dari alam. Seperti ranting kering, pohon cabe, akar cabe maupun daun Simbar. Karena menurutnya bahan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di persawahan sekitar tempat tinggalnya.

” Bahan ya kami gunakan seadanya. Apa yang ada disekitar kami. Karena ditengah Pandemi ini kalau bahan kami harus membeli jelas tidak sanggup, karena untuk makan saja kami pas-pasan. Seadanya saja, seperti pohon cabe, akarnya dan daun Simbar juga bisa kita gunakan.” Tambahnya

Dirinya juga menceritakan jika setelah berhasil membuat kostum alam, pesanan kostum mulai berdatangan. Salah satunya adalah berasal dari RRI Surakarta. Dirinya diminta untuk membuatkan kostum monster beraneka ragam untuk keperluan panggung pementasan.

” Alhamdulillah setelah itu kami dapat pesanan 12 kostum dari RRI Surakarta. Namun bahannya dari spon ati dan kain. Dan untik bahan dari pihak mereka. Kami tinggal mengerjakan. Ya teko tekad saja. Kami yakin bisa.” Jelasnya

Disisi lain, Sujono juga menceritakan jika selama Pandemi Covid19 ini dirinya mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan satu petak sawah yang dimilikinya. Seperti menanam sayur, menanam cabai dan sebagainya. Hasil dari sawah tersebut sebagian digunakan untuk masak, dan sebagian untuk dijual.

” Seniman jelas sangat terdampak dengan Covid19 ini. Bahkan keyakinan saya seniman itu pertama kali yang merasakan dampaknya, dan untuk pemulihannya nanti paling belakangan. Untuk itu biar tetap dapat bertahan hidup saya ngopeni sawah, walaupun hanya satu petak. Tapi juga kegiatan membuat topeng atau kostum tetap jalan. Untuk koleksi, e mbok menowo suatu saat payu (laku-red).” Katanya.

Bahkan setiap Minggu pagi dirinya beserta remaja di dusunnya selalu mengumpulkan anak-anak untuk diajak menari bersama, bermain gamelan bersama dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Sujono berharap kegiatan yang dilakukannya bersama dengan pemuda dusun tersebut menjadi dasar mereka memperoleh ketrampilan. Jadi ketika Pandemi Covid-19 ini sudah dinyatakan pulih, mereka dapat meneruskan untuk memenuhi kebutuhan mereka bahkan dikembangkan.

” Mereka kan sudah belajar membuat kostum, patung, topeng dan sebagainya, semoga nanti kalau sudah tidak Pandemi mereka sudah punya ilmu. Jadi ketika saya dapat pesanan, mereka dapat membantu saya. Dan itu dapat menciptakan lapangan kerja.” Pungkasnya.(Dw)

(Foto : Sujono Keron dengan salah satu kreasi kostumnya, Dharma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *