” Punakawan ” Ikuti Pemilihan Ketua RW Di Keron Sawangan

SAWANGAN, lintasmagelang.com – Tokoh pamomong ” Punokawan ” yang sering muncul dalam adegan Goro-goro pewayangan, hari ini Sabtu 19/09 mengikuti pemilihan Ketua RW yang digelar di Dusun Keron Desa Krogowanan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

Ide untuk menampilkan tokoh Punokawan tersebut diinisiasi oleh Sujono, selaku ketua panitia pemilihan Ketua RW Dusun Setempat. Menurutnya, Punokawan adalah sebagai abdi dan pamomong, sehingga diharapkan dengan keempat calon Ketua RW dirias seperti Punokawan adalah untuk mengingatkan jika setelah terpilih nantinya mereka harus mengabdi dan juga sebagai pamomong untuk masyarakat.

” Keempat Calon saya rias seperti Punokawan, maksudnya adalah biar kelak ketika mereka terpilih menjadi ketua RW di Dusun kami akan selalu ingat dengan tugas dan fungsi dari Punokawan itu sendiri. Yaitu sebagai abdi masyarakat dan pamomong masyarakat.” Kata Sujono yang juga pemilik Sanggar Saujana tersebut.

sabar lur..
Calon ketua RW yang dirias seperti Punakawan, Foto : Dharma

Calon ketua RW yang akan dipilih oleh sekitar 250 warga Dusun Keron adalah Anton Prabowo dari RT 1, Wahudi dari RT 2, Sutarman dari RT 3 dan Yuwono dari RT 4. Mereka terlebih dahulu diarak menggunakan tandu dari gapura Dusun Keron menuju ke tempat pemilihan suara.

” Semboyan dari Punokawan itu kan eling lan waspada, harapannya mereka selalu eling dengan masyarakat dan dapat waspada diri dalam menjadi pamomong masyarakat.” Tambah Sujono.

Namun walaupun acara pemilihan Ketua RW tersebut dikemas dalam balutan seni budaya, protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan cek suhu tubuh tetap dijalankan dengan baik.

Sementara Sugiono selaku Kepala Desa Krogowanan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warga Dusun Keron tersebut. Karena menurutnya hal tersebut lain daripada yang lain.

” Kami mendukung kegiatan seperti ini. Karena kami juga mendorong supaya tidak terjadi kekosongan ketua RW. Kami tidak mau lengah dengan hal itu. Dan saya sampaikan ini adalah murni ide dan swadaya dari masyarakat Dusun Keron Sendiri. Namun walaupun seperti itu, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik.” Kata Sugiono.

Fatimah (48) selaku warga Dusun Keron seusai memberikan hak pilihnya mengatakan sangat tertarik dengan diadakannya pemilihan Ketua RW tersebut apalagi dibalut dengan konsep seni budaya.

” Konsepnya bagus, ini bisa jadi hiburan ditengah Pandemi Covid-19. Karena memang masyarakat haus akan hiburan. Pemilihan apapun itu tidak harus dilakukan dengan panas-panasan. Disini ternyata bisa dilakukan dengan humor dan penuh edukatif. Baik itu edukasi bidang seni budaya dan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan.” Katanya.

Yang menjadi pusat perhatian masyarakat adalah para calon Ketua RW diwajibkan untuk menari terlebih dahulu sebelum duduk di kursi kehormatan yang sudah disediakan oleh panitia.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *