Stelkendo, Angkringan Fenomenal Tempat Nongkrong “Wong Mumet” Tapi Bahagia

MUNGKID, lintasmagelang.com – Satu yang sering terlewatkan ketika menyusuri jalan Palbapang-Borobudur Km 3 Pabelan Mungkid adalah keberadaan Angkringan Stel Kendo. Tempat tersebut menjadi fenomenal karena keberadaannya yang sangat dikenal bahkan sangat familiar dikalangan “Wong Cilik”.

Muhammad Dimyati selaku pemilik warung angkringan tersebut menceritakan karena begitu akrabnya suasana yang dibangun ditempatnya tersebut, dirinya hampir tahu masalah yang dihadapi oleh setiap pelanggannya.

” Wah bebas kalau disini mas. Sampai hampir semua pelanggan itu saya tahu masalahnya apa. Mulai dari rumah tangga, di PHK dancmasih banyak lagi. Apalagi dengan kondisi Pandemi ini, kompleks mas permasalahannya.” Kata Pak Dim, panggilan akrab Muhammad Dimyati.

sabar lur..
Muhammad Dimyati di depan Angkringan Stelkendo, Foto : Dharma

Kondisi lockdown karena pandemi dan guncangan kondisi ekonomi yang membuat sebagian besar masyarakat “Frustasi” membuka peluang tersendiri untuk Angkringan Stelkendo. Menurutnya angkringan tersebut dapat menjadi tempat berkeluh kesah pelanggannya yang kebanyakan mengeluhkan tentang kondisi perekonomian selama Pandemi.

” Ya mungkin daripada dipendam sendiri masalahnya, biasanya mereka sesama pelanggan, sambil ngopi mereka bercerita. Terus seolah-olah selesai permasalahannya. Segelas kopi di Stelkendo bisa menyelesaikan masalah Lo.” Tambahnya sambil ketawa.

Menurutnya Stelkendo dapat terus bertahan ditengah Pandemi tersebut bukan karena mempunyai menu yang spesial. Melainkan karena pengunjung disana dapat menemukan teman yang dianggap senasib menjadikan tempat ini “Ngangeni”.

” Kalau ada masalah tapi dihadapi sendiri kan jadi bunek, tapi kalau mereka kesini dan menemukan teman-teman yang ternyata mereka ini sama-sama mumet, kan jadi bahagia. Lo keren ini, orang mumet tapi bahagia.” Kelakarnya.

Dimyati mengatakan selama hampir 6 tahun angkringan Stelkendo berada, dirinya sudah sangat banyak menemukan berbagai macam karakter orang. Dimana hal itu menurutnya semakin menarik ketika berkumpul ditempatnya.

” Pokoknya kalau disini tetep Stelkendo, seperti nama angkringannya. Mudah-mudahan kondisi ini juga segera membaik dan masyarakat dapat menyikapinya dengan bijak. Kita wis terbiasa rekoso kok mas. Tapi kalau kondisi sudah membaik dan masyarakat sudah tidak mumet, trus yang jajan disini siapa?hahaha..” Canda Dimyati.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *