Tambah Pundi-pundi Penghasilan, Warga Salam Coba Membuat Layang – layang

SALAM, lintasmagelang.com – Masa memasuki tatanan baru atau lazim disebut New Normal belum bisa memberikan jaminan kondisi ekonomi masyarakat pulih seperti sediakala. Banyak masyarakat yang harus memutar otak untuk dapat menghasilkan pemasukan tambahan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa masyarakat di Kabupaten Magelang, yang memanfaatkan waktu kemarau tiba ini dengan mencoba usaha tambahan dengan membuat aneka macam layang-layang.

Farid salah satunya. Pemuda Dusun Karanglo Desa Gulon Kecamatan Salam tersebut mencoba keberuntungan dengan membuat layang-layang disela-sela aktifitasnya sebagai pedagang angkringan. Menurutnya hal tersebut harus dilakukan guna menambah pundi-pundi penghasilan selama Pandemi Covid-19 belum berakhir.

sabar lur..

” Mencoba keberuntungan saja, dikala waktu senggang dari jualan angkringan, saya coba buat layang-layang. Mumpung ini sudah masuk di musim kemarau, biasanya masyarakat akan banyak yang bermain layang-layang.” Kata Farid saat ditemui dirumahnya ketika membuat layang-layang, Senin (31/08)

Farid saat membuat layang-layang dirumahnya, Foto : Dharma

Dirinya juga menyebutkan penghasilannya jualan angkringan selama Pandemi Covid19 ini menurun drastis. Belum bisa diharapkan akan pulih seperti semula. Untuk itu dirinya harus jeli menangkap peluang.

” Macam-macam layangan yang saya buat.  Dalam sehari untuk layang-layang ukuran besar saya bisa buat dua buah. Namun ketika ada pesanan layang-layang yang sedikit rumit kemungkinan satu hari hanya satu saja.” Tambahnya.

Dirinya mengatakan, selama ini memanfaatkan tetangga sekitar dan jejaring media sosial untuk dapat menawarkan layang-layang hasil buatannya. Untuk satu layang-layang dirinya bandrol dengan harga mulai 10 ribu rupiah hingga 50 ribu keatas tergantung model dan ukuran.

” Alhamdulillah kendala tidak ada karena bambu untuk kerangka layangan tersedia di belakang rumah. Bahkan ada yang meminta untuk hanya dibuatkan kerangkanya saja. Sambil iseng-iseng menyalurkan hobi to mas.” Ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Supri, warga Desa Jumoyo Kecamatan Salam yang juga memilih membuat layangan sebagai tambahan pemasukan kebutuhan keluarganya.

” Saat ini saya lihat kan lagi pada rame main layang-layang, saya coba-coba buat, ternyata kok pada suka, ya saya teruskan.” Katanya.

Dirinya yang juga seorang tukang bangunan mengatakan jika masa-masa Pandemi seperti ini harus jeli menangkap peluang dan tidak boleh malas.

” Sekarang itu jangan isinan, apa saja dilakoni asalkan halal dan bermanfaat. Intinya jangan malas untuk menangkap peluang. Kalau kita hanya pasrah terhadap keadaan ya tentunya kita tidak dapat berkembang seperti yang diharapkan.” Terangnya.

Dirinya berpesan ketika bermain layang-layang, hendaknya di tempat yang lapang dan terpantau oleh orang dewasa. Menurutnya sangat berbahaya ketika bermain layang-layang ditepi jalan raya apalagi dekat dengan tiang listrik.

” Bermain layangan boleh, tapi jangan terlena. Tetap sadar dengan kondisi sekitar, apalagi di jalan raya, sangat membahayakan.” Jelasnya.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *